21 September 2013
21 September 2013,
 2

Info Tentang Aqiqah

Kata Aqiqah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong. Dalam pelaksanaan aqiqah disunnahkan memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.

Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing”. (HR. Tirmidzy dan Ahmad)

Hukum Aqiqah

Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Pelaksanaan Aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hukum aqiqah itu sendiri menurut kalangan Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dituntut untuk dilakukan.

 Nabi SAW.  bersabda, “Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

Namun, jika terlewat dan tidak dapat dilaksanakan pada hari ketujuh, maka dapat dilaksanakan pada hari ke-14, 21 atau kapan saja ia mampu. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT :

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)

Baik dalam Aqiqah maupun Qurban lebih diutamakan adalah hewan jantan agar kelangsungan reproduksi hewan tersebut tetap terjaga. Domba yang layak untuk dijadikan sembelihan aqiqah adalah kambing yang sehat, baik, tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk tentu semakin baik. Hasil dari domba sembelihan dianjurkan dalam kondisi sudah dimasak. Daging yang sudah dimasak diberikan kepada fakir miskin, Anak yatim dan juga bisa dibagikan pada keluarga dan tetangga terdekat.

Hadist Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Mencukur Rambut

Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh.

Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur”. (HR. at-Tirmidzi).

Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.

Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang -insya Allah- semakin besar pula sedekahnya.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)


Baca Juga : Jasa Aqiqah di Bandung


2 responses on “Aqiqah Menurut Agama

  1. […] ini umat muslim di Indonesia yang melaksanakan ibadah Aqiqah semakin meningkat seiring tingkat ekonomi yang semakin baik serta, tingkat kesadaran umat akan […]

  2. […] Jasa menyediakan layanan untuk aqiqah di Bandung memang sudah sangat banyak, selain itu di kota besar lain pun hal ini semakin berkembang pesat. Beberapa hal yang mungkin menjadi catatan khusus yang bisa dijadikan pedoman bagi para calon pembeli / yang akan menggunakan layanan ini adalah bagaimana kualitas domba yang akan di aqiqah? Hal ini berhubungan dengan beberapa aturan aqiqah yang berlaku pada agama islam, Anda bisa mencoba melihat infonya disini : Aqiqah Menurut Agama […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *