22 September 2013
22 September 2013,
 0

Sebelum kita berkurban dan mencari domba qurban bandung ada baiknya kita mencari tahu dulu lalu berkenalan dengan domba. Pada awalnya domba adalah hewan mamalia yang hidup di alam liar dan menjadi target buruan manusi purba. Seiring berjalanya waktu, dengan kemajuan akal pikiran yang dimiliki manusia purba, maka domba dijadikan hewan ternak. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk persediaan bahan makanan mereka, sehingga tidak usah lagi berburu untuk mencari makanan sehari-hari. Beternak domba menjadi warisan leluhur yang hingga kini masih menjadi pilihan bagi para peternak di Indonesia bahkan dunia. Satu hal yang perlu kita ketahui, yaitu junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W  semasa mudanya juga berternak dan menggembala domba.

Berkenalan Dengan Domba

Domba tercatat sebagai spesies Ovis Aries dengan kelas mamalia dan ordo Artodactyla. Termasuk kedalam ternak ruminansia yang memiliki 4 bagian pada lambungnya yaitu rumen, reticulum, omasum dan abomasum. Karena itu lah domba dapat memanfaatkan pakan yang berkualitas rendah menjadi kandungan gizi yang baik bagi pertumbuhannya.

Pada umumnya domba dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu domba tipe pedaging dan tipe wol. Domba tipe pedaging memiliki postur tubuh yang lebih besar serta tinggi. Domba tersebut memiliki potensi menghasilkan karkas (tulang+daging) dengan persentase 50% bahkan lebih. Berbeda dengan Domba wol yang memiliki tubuh lebih kecil dan daging yang tipis, namun memiliki wol atau bulu dengan kualitas baik.

Kualitas Domba Terbaik

Adapun jenis domba yang berpotensi untuk diternak atau digemukkan di Indonesia yaitu domba ekor tipis, domba ekor gemuk (biasanya daerah Jawa tengah dan Jawa timur), serta domba garut (Jawa Barat) yang menjadi kebanggan masyarakat Jawa Barat karena keunikan tanduk yang melingkar berbentuk spiral dan postur yang tinggi besar. Hal yang menarik hingga saat ini asal usul domba garut ini masih menjadi perdebatan, apakah persilangan dari domba lokal dengan domba eropa atau afrika, atau persilangan dari domba eropa dan afrika. Wallahu alam.

Dari kedua tipe domba diatas, domba pedaging menjadi pilihan mayoritas peternak di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan domba untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, serta untuk kebutuhan ibadah Aqiqah dan Qurban. Syarat-syarat domba untuk dikonsumsi tidak banyak, yang diutamakan domba yang sehat dan gemuk agar kualitas karkas saat dipotong mencapai 50% atau lebih. Berbeda dengan syarat domba untuk kebutuhan ibadah Aqiqah dan Qurban yaitu domba tidak boleh cacat fisik serta cukup umur yang dapat dilihat dari pergantian gigi susu menjadi gigi permanen (punglak) dan diutamakan domba jantan. Untuk masalah umur masih menjadi perdebatan di kalangan ulama, karena tidak ada hadist yang shahih tentang umur domba untuk ibadah aqiqah dan qurban.

Waspada Daging Domba

Dewasa ini hidangan yang berasal dari domba telah dihindari oleh sebagian kalangan masyarakat khususnya yang berumur lebih dari 40 tahun. Bukan karena rasanya yang tidak diragukan lagi kelezatanya, namun ketakutan akan kolesterol yang terkandung dalam daging domba tersebut. Namun ada yang anda perlu ketahui, di daerah timur tengah, domba selalu menjadi hidangan favorit untuk dikonsumsi sehari-hari, bahkan di hari-hari besar masakan daging domba merupakan hal yang wajib untuk dihidangkan. Namun hebatnya tingkat kolesterol masyarakat disana cenderung normal-normal saja. Setelah saya telaah ke beberapa sumber ternyata rempah-rempah lah yang jadi rahasianya. Rempah-rempah yang digunakan untuk memasak hidangan domba dapat menurunkan kadar kolesterol yang terkandung di dalamnya sehingga aman untuk dikonsumsi sehari-hari bahkan dalam jumlah yang tidak lazim di masyarakat Indonesia. So, tidak usah takut untuk mengkonsumsi daging domba yang sangat lezat.


Baca Juga : Jual Domba Qurban


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *